
Internet telah identik dengan WebSite. Kini semakin banyak berbagai layanan aplikasi berbasis web bertebaran di Internet. Social networking, file sharing sampai pada Web Portal yang canggih sudah semakin mencengkram kehidupan manusia di era digital ini. Semua aplikasi berbasis web tersebut dapat berjalan dengan bantuan beberapa server yang bergabung menjadi kekuatan yang luar biasa.
Server-server tersebut umumnya adalah Apache Web Server, MySQL database server dan bahasa pemrograman PHP Hypertext Preprocessor yang populer dengan istilah AMP. Memang ketiga server tadi bukan satu-satunya Web Server yang mengendalikan Web Site di Internet. Ketiga server tersebut sangat terkenal di dunia opensource terutama untuk Sistem Operasi GNU/Linux yang memang selalu memaket ketiganya di dalam setiap rilisnya. Meski beberapa sistem operasi seperti Microsoft Windows memiliki Web Server sendiri yang disebut dengan IIS (Internet Information Service), lingkungan server Web AMP ini diadaptasi juga oleh para pengguna Windows karena kebebasannya.
Penggunaan lingkungan server web AMP ini sangat beragam, bisa digunakan sebagai Web Development, Design ataupun Web Server operasional. Pada Sistem Operasi GNU/Linux lingkungan ini disebut dengan LAMP (Linux, Apache, MySQL dan PHP) pada Windows disebut dengan WAMP, dan pada Mac OS X dikenal dengan MAMP. Pada GNU/Linux memasang AMP sangatlah mudah dan hampir tanpa konfigurasi yang rumit. Instalasinya dapat dengan mudah mengunakan pakcage manager seperti yum di Distro Golongan RedHat, apt-get pada Distro golongan Debian atau zyper pada OpenSuse Linux Distribution.
Berbeda pada Sistem Operasi Komersial seperti Windows dan Mac OSX, instalasi AMP secara native tidaklah sangat mudah. Pengguna cenderung menggunakan ramuan aplikasi yang diracik oleh berbagai pengembang. Racikan yang mereka buat dirancang semudah mungkin dan diusahakan untuk tidak membuat penggunanya mengernyitkan dahi dan membaca man pages dan documentation berjam-jam. Prinsipnya sekali klik jalan! Di bawah ini ada dua lingkungan AMP yang berjalan di Windows, Mac OS X, maupun GNU/Linux.

XAMPP adalah sebuah paket distribusi Apache WebServer yang sudah dilengkapi dengan MySQL, PHP dan Perl. engembang paket aplikasi ini membuat XAMPP mampu berjalan di berbagai platform sistem operasi seperti Microsoft Windows, Mac OS X dan GNU/Linux. Fitur yang dimilikinya sangat lengkap dan memiliki keunikan untuk masing-masing platform. Meski memiliki fitur yang lengkap untuk web Server namun sang pengembang menyarankan untuk tidak menggunakannya untuk server web skala produksi (Server Web beneran) jika tidak dikonfigurasi sebagai mana mestinya. XAMPP dipaket dengan lisensi GNU/GPL untuk paket kompilasi XAMPP yang didistribusikan. Dengan XAMPP, setiap aplikasi harus diinstal serta dikonfigurasi manual. XAMPP dapat diunduh di situs Apache Friends (http://apachefriends.org)

Aplikasi AMP open source lainnya yang bersifat cross platform adalah BitNami. Pengembang BitNami membuat pemasangan server menjadi mudah dan menyenangkan. Selain mudah pemasangannya hanya beberapa klik, keunggulan BitNami adalah dapat dipasang ke dalam sistem yang telah memiliki lingkungan AMP. Lebih asyik lagi BitNami memiliki paket-paket aplikasi Server AMP yang sudah memiliki sistem aplikasi tertentu yang disebut dengan BitNami Stacks dan BitNami Module. Bagi yang ingin segera memasang aplikasi blogging terkenal Wordpress dan tidak ingin berpusing-pusing ria dengan instalasi WordPress minsalnya, dapat langsung memasang BitNami WordPress Module atau BitNami WordPress Stack. Perbedaan antara Bitnami Stack dan Modules adalah bahwa dengan BitNami Modules kita dapat memasang module lainnya dalam satu Stack, tanpa menganggu yang lainnya. Saat ini terdapat 27 paket BitNami Application Stack.

Boleh dibilang bahwa BitNami ini merupakan aplikasi paket web server yang sangat komplit serta menawarkan beberapa pilihan pemasangan menarik, seperti: Native Installer, Virtual Machine Image dan Cloud Image. Semuanya free, kecuali untuk Cloud servicenya yang berbayar. Sayangnya Virtual Machine Image yang tersedia baru hanya Image OpenSuse 11.1 dan Ubuntu 9.10 saja berupa VM Ware Disk Image. Penasaran untuk melihat dan mencoba BitNami Stacks kunjungi saja http://bitnami.org.
Secara keseluruhan instalasi kedua aplikasi di atas tidak ada kesulitan apapun pada sistem operasi Windows. Aplikasi CMS yang akan kita gunakan akan langsung beroperasi secara normal dan tanpa hambatan. Namun ceritanya akan menjadi lain jika XAMPP ataupun BitNami dipasang pada sistem operasi Mac OS X ataupun GNU/Linux. Kita akan menemukan hal-hal aneh ketika akan memasang plugins atau template suatu CMS terutama Joomla! 1.5. Joomla! 1.5 akan selalu menampilkan pesan error ketika akan menginstall, component, module, plugins maupun template. Hal ini terjadi karena pada Mac OS X dan Linux memerlukan perubahan file dan directory permission pada root web foldernya terutama pada folder tmp, template, language, module, image dan component.
Untuk mengubah file dan folder permission pada Mac ataupun GNU/Linux diperlukan akses sebagai root. Jika tidak, pengubahan file permission tidak dapat dilakukan. Pengubahan file permission ini dapat dilakukan dengan memberikan perintah chmod pada konsol terminal, sebagai contoh:
Pada GNU/Linux (Fedora, CentOS)
$ su Password: #chmod 777 /opt/lampstack-1.2-1/apache2/htdocs/joomla/tmp
Pada GNU/Linux (Ubuntu)
$ sudo su Password: #chmod 777 /opt/lampstack-1.2-1/apache2/htdocs/joomla/tmp
Pada Mac OS X,
$sudo su Password: #chmod 777 /Application/mampstack-1.2-0/apache2/htdocs/joomla/tmp
Baik XAMPP maupun BitNami keduanya menawarkan kemudahan serta kestabilan. Permasalahan keamanan (security) memang menjadi tanggung jawab si pemakai Paket Web server tersebut untuk men-set konfigurasi keamanannya jika ingin digunakan sebagai Web Server sungguhan. Dari segi kemudahan sepertinya BitNami Stacks lebih cocok digunakan untuk pemula yang ingin mencoba memasang aplikasi CMS di PC atau NoteBooknya.
Ywandanoe alias Can Masagi adalah pengguna komputer biasa yang doyan ngoprek tapi males mencatat. Biar tidak lupa Can Masagi menuliskan catatan sederhananya di blognya supaya gampang kembali dicari. Dulu Can Masagi nulis catatannya di http://canmasagi.net78.net dan membiarkannya sebagai arsip.
Komentar
Aku kira buat Ubuntu cukup "save" tanpa tambahan 'su'? misal: $ sudo chmod nnn TIA & CMIIW ..
Jika kita sedang melakukan pekerjaan administrasi dan ingin berlaku sebagai root sampai pekerjaan itu selesai, maka perlu ditambahkan perintah su di belakang sudo
Salam...