
Data yang tersimpan dalam sebuah komputer adalah hal yang sangat penting. Umumnya orang menyimpan data pada fisik cakram harddisk yang tertanam dalam PC ataupun Notebook. Dengan berkembangnya teknologi penyimpanan data, yang awalnya tersimpan dalam sejenis floppy disk ataupun disket, kini data dapat disimpan dalam alat portabel yang kompak bernama USB Flash Disk ataupun USB External Harddisk dengan berbagai kapasitas daya simpan. Namun, bagaimana jika data terpenting dalam hidup yang tersimpan dalam harrdisk tersebut hilang karena kerusakan fisik ataupun dicuri? Akan kah kembali? Bagaimana solusinya?
Tak ayal jika hanya mengandalkan penyimpanan dengan metode di atas, sekali data hilang sangat sulit untuk kembali. Meski dapat diupayakan dengan menyimpannya di berbagai media simpan seperti USB Flashdisk lainnya ataupun DVD, bagaimana dengan versi data, akankah terduplikasi, sehingga ketika sangat diperlukan yang ketemu hanyalah data dengan versi yang sudah tidak update, sedangkan rapat akan segera dimulai? Tentunya akan sangat bermasalah. Masalah itu kini dapat diatasi dengan menggunakan layanan Backup, Synchronization dan sharing online. Di internet kini tersedia layanan seperti ini dan ada yang menawarkan fasilitas gratis dengan spasi harddisk tertentu yang rata-rata berkisar antara 1 sampai dengan 2 GB, cukup untuk menyimpan data kerja aktif.
Beberapa layanan free yang cukup bagus untuk dicoba adalah:
Apple memiliki pula layanan seperti ini, namun tidak menyediakan layanan Free yang berlaku selamanya yaitu iDisk (MobileMe). Pada Distribusi Linux Mandriva (Click'n backup) dan Slax (Slax drive) terdapat fasilitas ini namun tidak gratis.

DropBox (http://www.dropbox.com) adalah layanan Backup, Sinkronisasi dan Sharing data online. Layanan ini memiliki aplikasi desktop yang bersifat multi platform sehingga memungkinkan penggunanya memiliki data yang sama pada berbagai komputer dengan sistem operasi berbeda, seperti GNU/Linux, Mac OS X, maupun Microsoft Windows. Dropbox sangat mudah dalam instalasi dan pemakaiannya, setiap file yang disimpan pada direktori dropbox secara otomatis akan diunggah (upload) oleh daemon DropBox ke server DropBox. Pun begitu setiap ada perubahan file atau dokumen (editing) yang sama, perubahan itu akan disinkronisasikan langsung, tanpa jeda.
Keuntungannya, jika sesuatu terjadi pada PC, hilang dicuri atau rusak secara fisik atauoun secara tidak sengaja terformat, maka data yang ada di server DropBox akan kembali (diunduh kembali) ketika dropbox dipasang pada PC baru. Sehingga pengguna dapat melanjutkan pekerjaan dengan update terakhir sebelum PC pengguna tersebut rusak. Fitur ini akan sangat berguna jika kita sebagai penguna melanjutkan pekerjaan pada PC pribadi di rumah atas pekerjaan yang di save terakhir pada PC di kantor meski dengan Sistem Operasi yang berbeda. Sehingga tidak usah melakukan lembur sampai malam di kantor yang tidak nyaman, melainkan melanjutkan pekerjaan di rumah dengan nyaman.
Asyiknya DropBox, pengguna dapat melakukan sharing atas folder, sehingga pekerjaan dapat dilakukan oleh Group Pengguna dalam waktu yang sama. Saya contohnya, dapat langsung mengirimkan file presentasi yang besar yang tidak mungkin dilampirkan sebagai attachment dalam email kepada Boss dengan menggunakan DropBox dari Indonesia untuk dipakai beliau buat presentasi keesokan harinya di Jepang misalnya.
Selain fitur desktop yang ajaib, mudah dan handal, DropBox menyediakan pula antar muka Web dan Fitur buat Mobile Device seperti iPhone, maupun SmartPhone lainnya macam Android. Spasi gratis 2 GB dapat dikembangkan dengan melakukan undangan pada teman-teman untuk bergabung dengan DropBox sampai dengan maksimal 8GB. Saya kini memiliki ruangan harddisk gratis di dropbox sebesar lebih dari 4 GB, mirip dengan USB FlashDisk saya yang keamanan penyimpanan datanya tidak terjamin.
Instalasi DropBox pada Linux khususnya sudah dipermudah dengan hadirnya repository DropBox untuk beberapa distro besar seperti Fedora dan Ubuntu. Instalasi DropBox pada Fedora dapat dilihat di artikel sebelumnya. Sedangkan untuk Ubuntu, instalasi dapat dilakukan dengan aplikasi Software Installer.

Saingan berat DropBox adalah SpiderOak (http://spideroak.com). SpiderOak hadir sebagai paket bawaan Distribusi Linux (Distro) OpenSuse mulai pada rilis 11.3. Sama seperti DropBox, aplikasi desktopnya bersifat Cross Platform. Sama halnya dengan DropBox, aplikasi dan layana ini memiliki fitur restore (undo) dari data yang telah terhapus. SpiderOak memberikan spasi harddisk online gratis sebesar 2 GB.

Ubuntu One (http://one.ubuntu.com) mirip dengan DropBox, cuma bedanya hanya berlaku bagi Pengguna Ubuntu (Ubuntu User). Ubuntu One mulai hadir bagu Ubuntu User semenjak rilis 9.04 Jaunty Jackalope. Setiap pengguna Ubuntu mendapat jatah 1 GB pada server storage Ubuntu One. Ubuntu One adalah langkah dari Ubuntu untuk memperkuat dirinya dalam bersaing dengan sesama Distro Linux besar lainnya. Fitur ini akan aktif jika pengguna Ubuntu melakukan subskripsi untuk mendapatkan Fasilitas Ubuntu One.

Satu lagi fasilitas online storage berbasis cloud computing adalah ZumoDrive. Mirip dengan DropBox, Ubuntu One ataupun Spideroak. Seperti halnya DropBox dan SpiderOak, ZumoDrive adalah layanan online yang meiliki aplikasi dekstop yang multiplatform, sedangkan UbuntuOne hanya untuk Ubuntu Linux saja. ZumoDrive juga terdapat pada layanan Yahoo Mail untuk mengirim attachment email yang besar. Artikel selanjutnya dapat dibaca di http://canmasagi.tripelpley.com/2010/08/zumodrive-linux/

Salah satu kemurahan hati Raksasa Microsoft adalah Fasilitas Online Storage Gratis, sekalee lagee GRATIS, SkyDrive (http://windowslive.com/online/skydrive) . Besarnya cukup fantastis 25 GB!!! Untungnya SkyDrive dapat diakses secara online dengan menggunakan WebBrowser selain Internet Explorer, sehingga pengguna PC non Windows di rumah, masih dapat menyelamatkan datanya ke SkyDrive.
Microsoft memiliki fitur desktop Windows Live Sync untuk mengakses SkyDrive langsung dari dekstop hanya berlaku bagi PC Windows saja. Dengan fitur ini Folder kita do Windows dapat bersinkronisasi dengan SkyDrive secara otomatis tanpa harus unggah manual. Meski layanan Microsoft SkyDrive ini gratis, namun untuk dapat memasang aplikasi desktop Windows Live Sync memerlukan keaslian dari sistem Operasi Microsoft Windows.

Glide OS (http://www.glidedigital.com)adalah Sistem Operasi online. Layanan ini merupakan solusi komputasi awan (cloud computing) yang komprehensif. Sebagai Sistem Operasi Glide OS berjalan layaknya Komputer yang diakses dengan melalui Web Browser, sehingga di manapun kita asal ada koneksi internet ketika tidak membawa Personal Computer atau Notebook pribadi, kita dapat mengakses "komputer" kita dan pekerjaan kita yang tersimopan dalam Harddisk Glide OS yang bernama GDrive dengan kapasitas paling gila yaitu 30GB Free! Sekali lagi Free!! Fitur tambahannya adalah aplikasi desktop GDrive untuk sinkronisasi file yang ada di PC kita di rumah atau kantor dengan GDrive di akun Glide OS kita.
Ywandanoe alias Can Masagi adalah pengguna komputer biasa yang doyan ngoprek tapi males mencatat. Biar tidak lupa Can Masagi menuliskan catatan sederhananya di blognya supaya gampang kembali dicari. Dulu Can Masagi nulis catatannya di http://canmasagi.net78.net dan membiarkannya sebagai arsip.
Komentar
Amiin....