
Perlu memakai Linux namun tidak mau banyak mikir? Ubuntu jawabannya. Bagi para pengguna komputer yang ingin memulai Linux tanpa susah dan mengorbankan Sistem Operasi bawaan hardware, Ubuntu sudah menyediakan jawabannya. Asyiknya Ubuntu dapat dipasang berdampingan tanpa susah payah berpikir berbagai cara untuk memasangya. Pendek kata Ubuntu merupakan Distribusi Linux yang dikembangkan untuk kemudahan dalam memasang di komputer, memasang aplikasi, bekerja dan menikmati hiburan berupa multimedia dan tentu saja Internet. Saat ini Ubuntu masih menjadi raja dalam Top 10 Linux Disttibution ala Distrowatch.com.
Beberapa waktu yang lalu saya membeli NetBook dengan merek Hewlet Packard atau yang lebih dikenal dengan HP dari varian HP Mini netbook family tanpa Sistem Operasi Komersial Microsoft Windows di dalamnya. Hanya FreeDOS saja. Netbook mini ini cukup tangguh bahkan untuk Desktop Unity dari Ubuntu 10.10 sekalipun. Mantap!

Semua Netbook tidak memiliki media optikal untuk melakukan instalasi, namun tantangan ini tidak ada masalah berarti bagi Ubuntu 10.10. Hampir semua Distribusi Linux dapat diinstall pada Netbook yang tidak memiliki perangkat optical drive (DVD/CD Drive).
Media instalasi yang digunakan untuk memasang Ubuntu 10.10 pada HP Mini adalah USB Flash Disk. Ubuntu 10.10 tersedia dalam bentuk ISO image yang dapat kita masukkan ke dalam USB Flash Disk dengan bantuan aplikasi pembuat USB Live baik yang terdapat dalam Live CD ataupun aplikasi tersendiri yang dapat dipasang pada PC Microsoft Windows ataupun aplikasi Unetbootin pada Distribusi Linux lainnya.

Live USB ini dapat digunakan langsung untuk menikmati dan memakai Ubuntu 10.10 tanpa memasangnya ke harddisk. Tentu saja ini bukan sampel Sistem Operasi Ubuntu 10.10 untuk preview tapi ini 100% Sistem Operasi tulen yang siap dipakai! Hanya saja versi Live USB tidak dapat ditambah aplikasi ke dalamnya. Kegunaan lain Live USB adalah untuk memasang Ubuntu 10.10 ke dalam harrdisk baik berdampingan dengan Windows atau menjadi Sistem Operasi tunggal.
Jika anda masih ragu, namun menginginkan performa yang sesungguhnya gunakanlah Wubi, sebuah installer Ubuntu yang mudah dan tidak berbahaya bagi pengguna pemula yang ingin terbebas dari masalah penyakit klasik pengguna MS Windows yaitu ngebajak!

Pilihan terakhir jika sudah mantap adalah memasang Ubuntu 10.10 sebagai Sistem Operasi utama Netbook atau PC yang digunakan. Ini adalah pilihan terbaik dan paling bijak. Beberapa Notebook ataupun Netbook sudah sudah memiliki Setifikasi Ubuntu seperti produk HP dari lini netbook computer. Berikut Spesifikasi HP Mini 1000 yang sudah memenuhi Setifikasi Hardware untuk Ubuntu.

Spesifikasi teknis hardware HP Mini 1000 memang standar banget untuk Linux. Dengan spesifikasi yang tertera seperti gambar di atas, dijamin semua fungsi hardware seperti touchpad, vga, web cam, WiFi langsung terdeteksi dan berfungsi sempurna. Tidak perlu driver, pasang langsung jalan!
Proses instalasi Ubuntu 10.10 dengan menggunakan LiveUSB sangatlah mudah,
Natty Narwhal adalah nama kode rilsi 10.10 dari Ubuntu. Berbeda dari rilis sebelumnya 10.04 ke bawah, Natty memakai Desktop Environment buatan Ubuntu sendiri bernama Unity. Berbeda sendiri dan seakan angkuh sebagai Distibusi Linux paling populer dan paling banyak dipakai di jagad raya ini, Natty membuang Desktop GNOME bahkan GNOME 3 sekalipun.
Klaim Ubuntu sebagai desktop yang lebih cepat dari Windows dan lebih indah dari Mac memang layak dijajal. Namun apakah lebih baik dari GNOME Shell (Gnome 3)? Kita lihat saja aksi si Natty pada HP Mini 1000.
Memang secara umum banyak sekali perubahan pada Natty ini, namun tone warna dan background desktop masih saja khas Ubuntu. Jelasnya Natty tidak memiliki lagi Panel Gnome atas dan bawah. Penampakan desktopnya memang mendekati Mac OS X, yang memiliki global menu pada bar paling atas, serta Application Dock Launcer pada sisi kiri layar.

Pada sudut kanan atas terdapat logo Ubuntu, namun itu bukan Kick Start Menu melainkan ShortCut Workspace yang menampilkan berbagai aplikasi dan dynamic search yang akan segera menampilkan kata kunci apapun meski baru hanya satu huruf saja yang diketik. Coba saja ketik G, maka yang muncul adalah aplikasi dan file berawalan G yang mucul secara instan... Mantap!
Lantas di manakah menu berada? Menu berada pada Application Dock Launcher dengan Icon Loop bertanda + di tengahnya. Jika diklik kanan akan muncul Application Workspace, jika di klik kiri akan mincul Application menu. Pada Workspace terdapat All Application menu, jika di klik akan mucul dropdown menu. Navigasi pada Unity di Natty memang baru dan berbeda.

Dibandingkan dengan Gnome Shell, letak Workspace Switcher di Unity berada pada Application Dock Launcher, tinggal klik saja Icon jendela yang terbagi 4, maka Workspace Switcher akan muncul.

Pilih workspace mana yang akan dituju dengan mengklik salah satunya. Banyak sekali shortcut pada Unity di Natty untuk melancarkan aktifitas dan pengalaman menggunakan Desktop baru ini. Salah satunya adalah shortcut pada File dan Folder yang diwakili oleh Icon bergambar Loop dengan kertas ditengahnya. Klik icon tersebut maka Workspace File and Folder akan muncul dan mudah menjelajahi desktop dengan Workspace ini.

Pada bagian atas Workspace terdapat kotak Search Files and Folder, ketikkan file atau folder yang akan dicari dan hasilnya akan terdapat pada Workspace untuk dipilih.
Sebenarnya nggak ada aplikasi yang istimewa di Natty, sama saja seperti aplikasi yang ada pada rilis Ubuntu sebelumnya. Namun yang diusung oleh Natty adalah kemudahan dan pengalaman desktop yang baru, termasuk artwork dan icon baru. Hal yang layak dicatat adalah hadirnya beberapa aplikasi khas Ubuntu seperti:
Ubuntu One, sebuah fitur layanan online dari Ubuntu bagi pemakainya dengan penawakan akun gratis sebesar 2 GB untuk menyimpan data.

Ubuntu Sotware Center, sebuah aplikasi untuk memasang berbakai software yang tersedia di Ubuntu, seperti Flash Player dari Adobe Google Chrome web browser ataupun Java Runtime Environment dari Oracle.
Banshee Media Player, lagi-lagi Ubuntu menendang GNOME dengan membuang Rythmbox, sebuah Music player bawaan GNOME dan menggantinya dengan Banshee. Banshee pada Ubuntu memiliki Ubuntu Music Store, salah satu dagangan Canonical di Ubuntu selain Ubuntu One.
Aplikasi lainnya yang baru adalah:
Berbagai rekomendasi software pilihan Ubuntu selalu ditawarkan oleh Ubuntu Software Center dan Application Workspace. Tidak usah pusing instalasi, tinggal baca saja detil aplikasi dan kalau cocok, klik install. Seperti biasa pada umumnya, tidak perlu mikir untuk memakai Ubuntu Linux, sangat mudah bahkan lebih mudah dari PC tradisional biasa.
Ywandanoe alias Can Masagi adalah pengguna komputer biasa yang doyan ngoprek tapi males mencatat. Biar tidak lupa Can Masagi menuliskan catatan sederhananya di blognya supaya gampang kembali dicari. Dulu Can Masagi nulis catatannya di http://canmasagi.net78.net dan membiarkannya sebagai arsip.
Komentar